5 Calon Pelatih Pengganti Josep Guardiola

5 Calon Pelatih Pengganti Josep Guardiola – JOSEP Guardiola dikenali sebagai pelatih patuh kontrak. Juru strategi asal Spanyol itu selalu tinggalkan club bimbingannya saat kontraknya usai. Contoh terkini saat Josep Guardiola tinggalkan Bayern Munich pada musim panas 2016.Waktu itu, kontrak Josep Guardiola memang usai pada 30 Juni 2016. Karenanya, saat kontraknya bersama Manchester City usai pada 30 Juni 2023′

Josep Guardiola diprediksikan akan pergi dari Stadion Etihad.Diprediksikan, pelatih yang dicari management Manchester City sebagai alternatif Josep Guardiola, style pelatihannya tidak berbeda jauh dengan juru strategi berkepala plontos itu. Lalu, siapa calon pelatih alternatif Josep Guardiola?Berikut 5 calon pelatih alternatif Josep Guardiola di Manchester City:

baca juga: PSIS Ora Sepele’, Penantang Juara BRI Liga 1

5 Calon Pelatih Pengganti Josep Guardiola di Manchester City

5 Calon Pelatih Pengganti Josep Guardiola

5. Erik Ten Hag (Ajax Amsterdam)

Style sepakbola serang diaplikasikan Erik Ten Hag bersama Ajax Amsterdam. Cuman dalam empat musim,  Erik Ten Hag mendatangkan lima piala untuk Ajax Amsterdam, terhitung dua gelar Liga Belanda.Sesudah berkibar bersama Ajax Amsterdam, telah saatnya untuk Erik Ten Hag   untuk naik tingkat. Saat tangani Ajax Amsterdam, bekas pelatih Bayern Munich II ini sempat melahirkan beberapa pemain sepak bola berpotensi seperti Donny van de Beek, Matthis de Ligt sampai Frenkie de Jong.

4. Ernesto Valverde (Tanpa Klub)

Ernesto Valverde dikenali pelatih yang dekat dengan titel juara. Di mana dia juga latih, club yang diatasi selalu memenangi piala. Club paling akhir yang diatasi Ernesto Valverde ialah Barcelona dan dibawa raih dua gelar Liga Spanyol.Mumpung sedang tidak tangani club mana saja, Ernesto Valverde bisa kapan pun digamit Manchester City. Sehubungan pernah tangani Barcelona yang dikenali berpedoman sepakbola serang, Ernesto Valverde opsi pas untuk Manchester City?

3. Andrea Pirlo (Tanpa Klub)

Andrea Pirlo tidak dapat Mponusa disebut tidak berhasil saat tangani Juventus musim kemarin. Juru strategi asal Italia ini memenangi piala Coppa Italia, Piala Super Italia dan bawa sang Nyonya Tua finish di zone Liga Champions.

Style permainan terbuka yang dihandalkan Andrea Pirlo, sebagai daya magnet yang dipunyai pria yang sama dengan brewoknya ini . Maka, akankah Andrea Pirlo jadi suksesor Josep Guardiola?

2. Julen Lopetegui (Sevilla)

Julen Lopetegui memang tidak berhasil bersama Real Madrid. Tetapi, juru strategi asal Spanyol ini berkilau saat tangani beberapa club dan Team Nasional.

Dia terdaftar bawa Tim nasional Spanyol U-19 juara Piala Eropa U-19 2012. Satu tahun berlalu, gantian Tim nasional   Spanyol U-21 yang dibawa jadi juara Piala Eropa U-21.

Saat tangani tim senior Spanyol, Julen Lopetegui, cemerlang. Dari 20 laga, Tim nasional Spanyol tak pernah kalah dengan koleksi 14 menang dan enam seimbang. Satu kembali, dia bawa Sevilla juara Liga Eropa 2019-2020 . Maka, Lopetegui siap ada sebagai suksesor Guardiola?

1. Luis Enrique (Tim nasional Spanyol)

Bila jadi pelatih Manchester City gantikan Josep Guardiola, keadaan ini bak kenangan untuk Lucho -sapaan dekat Luis Enrique. Karena, pada musim panas 2014, Luis Enrique sempat jadi suksesor Josep Guardiola di Barcelona.

Betul, ada jarak 2 tahun di antara keperginya Josep Guadiola dan kehadiran Luis Enrique. Tetapi, Luis Enrique waktu itu sanggup ikuti perolehan mengagumkan Josep Guardiola bersama Barcelona.

Josep Guardiola pernah bawa https://gogays.info/ Barcelona merampas treble winner pada 2008-2019. Selanjutnya, Luis Enrique ikuti tapak jejak Josep Guardiola dengan mengantar Barcelona merampas treble winner pada 2014-2015. Dari demikian nama di atas, yang mana terbaik jadi suksesor Guardiola di Manchester City?

Ole Gunnar Solskjaer Akan Dipecat Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer Akan Dipecat Manchester United – SEJUMLAH pemicu membuat Ole Gunnar Solskjaer dipandang pantas selekasnya dikeluarkan Manchester United. Hasil jelek yang dirasakan Manchester United dalam beberapa pertandingan paling akhir ringkas menjadi satu diantara argumennya.Sesudah ditahan Everton 1-1 dua minggu kemarin, tadi malam Manchester United roboh 2-4 dari Leicester City.  Lalu, apa pemicu Ole Gunnar Solskjaer selekasnya dikeluarkan Manchester United?Berikut 5 pemicu Ole Gunnar Solskjaer selekasnya dikeluarkan Manchester United:

5 Penyebab Ole Gunnar Solskjaer Segera Dipecat Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer Akan Dipecat Manchester United

 

5. Kerap Kalah Musuh Team Kurang kuat

Manchester United banyak kehilangan point saat hadapi musuh yang tempatnya lebih rendah daripada mereka. Di Liga Inggris 2021-2022, Manchester United sempat ditahan Southampton Mponusa dan Everton 1-1. Manchester United Digulung Leicester City, Ole Gunnar Solskjaer Gunakan Argumen Ini sebagai TamengKemudian di pertandingan lain, Manchester United roboh 0-1 dari Aston Villa dan dibantai Leicester City 2-4. Mengakibatkan, Manchester United mulai tertinggal dalam pemburuan titel juara Liga Inggris 2021-2022.

4. Kebingungan Optimalkan Pemain

Paul Pogba dan Fred tampil bagus saat bela timnas semasing. Paul Pogba tampil ganas saat duet dengan Tchouameni di baris tengah  Tim nasional Prancis. Begitupun dengan Fred yang membuat kerjasama bagus dengan Fabinho di baris sentra Tim nasional Brasil.Namun, Paul Pogba dan Fred tampil kurang impresif saat main bersama di baris tengah Manchester United. Hal tersebut karena Paul Pogba dan Fred tidak ada yang betul-betul mempunyai status sebagai pemain tengah bertahan.

3. Tidak berhasil Mengeluarkan Perform Terbaik Pemain

Donny van de Beek pernah masuk nominasi piala Ballon dor 2019. Hal tersebut karena Donny van de Beek tampil bagus bersama Ajax Amsterdam. Selainnya bawa Ajax juara Liga Belanda, dia mengantar si club waktu itu maju ke semi-final Liga Champions 2018-2019.

Namun, sejak masuk Manchester United pada 2020, kualitas Donny van de Beek sebagai salah satunya pemain striker tengah terbaik dunia disia-siakan Solskjaer. Bisa dibuktikan musim ini, pemain tengah berpaspor Belanda baru turun di tiga laga.

2. Terlampau Utamakan Pribadi

Solskjaer terlampau memercayakan pribadi si pemain. Bisa dibuktikan seringkali muka Solskjaer ditolong perform cemerlang si kiper, David de Gea.

De Gea tampil mengagumkan saat Manchester United hadapi Wolverhampton Wanderers, West Ham United dan Villarreal. Namun, keadaan di atas jangan umum terjadi bila Manchester United ingin  berprestasi. Karena, kelompok lebih bernilai daripada pribadi.

1. Minim Identitas

Solskjaer dikenali pelatih kurang strategi. Pelatih dari Norwegia itu terlampau memercayakan skema 4-2-3-1.

Tetapi, saat mentok, Solskjaer  ketidaktahuan tembus pertahanan musuh. Serang dari sayap dan melepas operan silang sebagai salah satunya langkah yang diaplikasikan Solskjaer saat gempuran Manchester United telah mentok.

Hal tersebut berlainan dengan pelatih-pelatih lain. Pelatih Chelsea, Thomas Tuhel, Jurgen Klopp (Liverpool) sampai Josep Guardiola (Manchester City) tidak pernah kehilangan akal untuk membedah pertahanan musuh.